Selasa, 28 Juli 2026
BerandaDaerahPengembangan Unesa 5 di Magetan,Tanpa Syarat

Pengembangan Unesa 5 di Magetan,Tanpa Syarat

-

Magetan,seputarjatim.co.id — Rencana pengembangan Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kabupaten Magetan terus memicu dinamika publik. Di tengah kemunculan wacana pemindahan lokasi ke wilayah pinggiran seperti Parang, Panekan, atau Plaosan, gelombang dukungan agar kampus dibangun di kawasan kota justru menguat dari sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Rencana Unesa yang mengajukan permohonan hibah lahan seluas 16 hektar di Desa Kebonagung, Kecamatan Magetan, dinilai sebagai langkah paling presisi untuk menggerakkan roda perekonomian perkotaan yang selama ini dinilai minim pengungkit ekonomi utama.

Mantan Wakil Ketua DPRD Magetan, Sofandi, menegaskan bahwa penempatan kampus di area kota sangat selaras dengan kultur sosial-ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, karakteristik wilayah perkotaan bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan interaksi bisnis, berbeda dengan wilayah pinggiran yang didominasi sektor pertanian.

Mantan Wakil Ketua DPRD Magetan, Sofandi

“Sudah pas kalau yang dipilih Unesa itu di Kebongagung. Kalau tanah bengkok di sana hanya digunakan untuk menanam jagung, tebu, atau padi, kemanfaatannya terbatas. Namun, jika dihibahkan untuk lembaga pendidikan seperti Unesa, dampaknya akan jauh lebih besar,” ujar Sofandi, Selasa (28/7/2026).

Sofandi memaparkan kalkulasi sederhana mengenai potensi perputaran uang yang masuk ke Magetan jika kampus tersebut beroperasi.

“Jika ada sekitar 2.000 mahasiswa dari luar daerah dan masing-masing membelanjakan Rp50 ribu per hari, maka sedikitnya ada Rp100 juta uang yang berputar di Kota Magetan setiap harinya,” tambahnya.

Senada dengan Sofandi, tokoh masyarakat Magetan lainnya, Soni Bara, menilai keberadaan kampus di pusat kota merupakan strategi pemerataan pembangunan yang rasional. Ia menyebut kawasan pinggiran Magetan telah memiliki motor penggerak ekonomi sendiri, mulai dari sektor pertanian, peternakan, pariwisata, hingga kelembagaan ekonomi desa. Sebaliknya, wilayah kota membutuhkan economic booster baru di luar toko-toko retail yang sudah ada.

“Jangan muluk-muluk bicara investor. Keberadaan kampus ini justru akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Bahkan, kawasan seperti Pasar Baru Magetan dipastikan ikut hidup dan ramai kembali,” jelas Soni.

Selain dampak finansial langsung dari nilai balik investasi hibah lahan 16 hektar tersebut, Soni menekankan pentingnya multiplier effect terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan peradaban masyarakat Magetan ke depan.

Di sisi lain, para tokoh ini juga menyoroti adanya wacana pemberian syarat tertentu dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kepada Unesa, seperti kuota jalur khusus penerimaan mahasiswa lokal melalui rekomendasi pejabat daerah. Sofandi secara tegas meminta Pemkab untuk menerima dan mendukung Unesa tanpa membebani mekanisme seleksi akademis.

“Saya kurang setuju jika ada syarat rekomendasi dari bupati atau dinas untuk jalur khusus mahasiswa Magetan. Kebijakan seperti itu dikhawatirkan menyeret lembaga pendidikan menjadi tempat ‘penitipan’, bukan lagi tempat penggemblengan akademis yang murni,” tegas Sofandi.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru