Magetan,seputarjatim.co.id – Upaya pelestarian sejarah dan penguatan jati diri daerah terus digelorakan di wilayah Maospati. Penggiat budaya Agung WHS mengusulkan perubahan atau pemberian nama jalan pada jalur strategis, mulai dari pertigaan lampu merah (traffic light) Maospati ke arah barat, menjadi Jalan Raden Ronggo Prawirodirjo III.
Langkah ini dinilai bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menghormati sejarah besar yang tertanam di tanah Maospati. Mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi ekonomi dan akses mobilitas utama warga, penyematan nama tokoh sejarah dianggap mampu membangkitkan kebanggaan kolektif masyarakat setempat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Kelurahan Maospati, Anam Dwi Satria, menyatakan dukungannya secara terbuka. Menurutnya, usulan ini merupakan langkah positif dalam merawat memori kolektif bangsa, khususnya warga Maospati.
“Kami sangat mendukung usulan ini. Sebagai tindak lanjut, kami akan melakukan koordinasi dan rembuk bersama para sesepuh, tokoh masyarakat, serta pengurus RT dan RW,” ujar Anam,Senin(11/05/2026)
Pemilihan nama Raden Ronggo Prawirodirjo III bukanlah tanpa alasan. Sosok ini merupakan figur sentral dalam sejarah Jawa yang menjabat sebagai Bupati Wedana Mancanegara Wetan pada periode 1796–1810.
Pada masa kepemimpinannya,Pusat Pemerintahan Berada di bawah naungan Kasultanan Yogyakarta dan Maospati dipilih sebagai pusat administrasi dan pemerintahan pada masa itu.
Beliau dikenal sebagai tokoh yang memiliki integritas dan pengaruh besar di wilayah timur kekuasaan Yogyakarta.
Dengan adanya penamaan jalan ini, diharapkan generasi muda tidak kehilangan jejak sejarah bahwa Maospati pernah menjadi pusat pemerintahan penting di masa lampau. Hingga saat ini, pihak kelurahan masih menyiapkan langkah koordinasi sebelum usulan ini diajukan secara resmi ke tingkat pemerintah kabupaten.(ryn)



