Kamis, 7 Mei 2026
BerandaDaerahKurang Pendampingan, Fasilitas TPS 3R Desa Kartoharjo Magetan Mangkrak

Kurang Pendampingan, Fasilitas TPS 3R Desa Kartoharjo Magetan Mangkrak

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, kini kondisinya memprihatinkan. Proyek yang diharapkan menjadi solusi limbah desa tersebut justru berhenti beroperasi, menyebabkan sejumlah mesin pengolah sampah bernilai tinggi terbengkalai tak terpakai.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat dua perangkat utama yang dibiarkan menganggur, yakni mesin pencacah sampah organik dan mesin pemilah sampah.

Direktur Bumdes Manunggal Desa Kartoharjo, Nanang Haryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa kesulitan mengoperasikan alat-alat tersebut sejak diserahterimakan dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ke pihak desa, lalu ke Bumdes sekitar dua bulan lalu.

Sebagai lembaga baru, Nanang menyebut personelnya masih sangat awam mengenai mekanisme pengolahan sampah modern. Ia pun menyayangkan nihilnya bimbingan teknis dari instansi terkait selama masa transisi ini.

“Kami berharap pemerintah memberikan pelatihan. Kami benar-benar awam, nama alatnya apa dan bagaimana fungsinya kami belum tahu. Selama ini belum ada pendampingan dari dinas terkait,” ujar Nanang kepada awak media,Rabu(06/05/2026)

Kondisi ini memicu reaksi keras dari jajaran legislatif. Ketua Komisi D DPRD Magetan, Riyin Nur Asiyah, menyatakan keprihatinannya atas tidak beroperasinya fasilitas publik yang seharusnya mampu memberikan dampak ekonomi dan lingkungan bagi warga desa.

Senada dengan hal tersebut, anggota Komisi D lainnya, Aziz Suhermanto, menilai polemik di Desa Kartoharjo adalah cermin buruknya koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menyoroti ketidaksinkronan antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai penyedia infrastruktur dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai pembina teknis.

Aziz menyampaikan Lemahnya komunikasi antara PUPR dan DLH dalam memastikan keberlanjutan program, DLH seharusnya proaktif melakukan “jemput bola” untuk menyelesaikan kendala teknis di lapangan,Sangat disayangkan aset negara tidak berfungsi hanya karena masalah edukasi pengoperasian.

“Sangat disayangkan apa yg terjadi di desa kartoharjo,ini menunjukan lemahnya kominikasi antar perangkat daerah” ucapnya saat meninjau lokasi TPS 3R Desa Kartoharjo.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan pelatihan teknis agar TPS 3R Desa Kartoharjo dapat kembali berfungsi sesuai peruntukannya dan tidak menjadi “monumen” mesin tua yang sia-sia.selain itu Pihak legislatif mendesak agar dinas terkait segera melakukan langkah “jemput bola” untuk memberikan pendampingan teknis agar TPS 3R Desa Kartoharjo dapat segera beroperasi demi menanggulangi masalah sampah di tingkat desa.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru