Magetan,seputarjatim.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengambil langkah tegas menyusul bencana tanah longsor yang melanda Jalur Lingkar Selatan Telaga Sarangan pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Guna menjamin keselamatan publik, akses di titik lokasi kini ditutup bagi seluruh jenis kendaraan maupun pejalan kaki.
Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mitigasi risiko agar tidak ada lagi wisatawan yang menjadi korban. Meskipun secara fisik jalan tersebut dianggap masih bisa dilintasi kendaraan roda dua, risiko longsor susulan tetap menjadi ancaman nyata.
“Demi keamanan wisatawan dan mencegah kerusakan lahan yang lebih luas, area terdampak ditutup total. Tidak diperkenankan ada aktivitas melintas dengan alasan apa pun,” tegas Welly Selasa (20/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan barikade dari Dinas Perhubungan (Dishub) telah terpasang di mulut jalan. Penjagaan dilakukan secara kolaboratif oleh personel gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP, Dishub, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Welly menambahkan, pengawasan akan ditingkatkan secara signifikan pada akhir pekan, mengingat volume kunjungan wisatawan biasanya melonjak drastis pada Sabtu dan Minggu. Sebagai langkah darurat, tim di lapangan juga telah memasang penutup plastik pada bidang longsoran untuk meminimalisir rembesan air hujan yang dapat memicu pergerakan tanah tambahan.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Magetan tengah bergerak cepat melakukan koordinasi maraton dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan pihak Perhutani selaku pemangku kawasan.
Salah satu langkah teknis yang diambil adalah menurunkan debit air Telaga Sarangan secara bertahap. “Penurunan elevasi air ini bertujuan untuk memetakan kedalaman area yang terdampak longsor di bawah permukaan air. Data ini sangat krusial bagi tim teknis untuk menentukan metode perbaikan permanen yang tepat,” jelas Sekda.
Selain itu, BPBD Magetan telah melayangkan surat permohonan asesmen mendalam serta bantuan rehabilitasi infrastruktur kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan jalur wisata utama tersebut.
Sebagai informasi, insiden longsor yang terjadi Sabtu lalu sempat menyita perhatian publik setelah dilaporkan adanya kendaraan yang terjatuh ke dalam area telaga akibat amblasnya badan jalan.(ryn)



