Rabu, 14 Januari 2026
BerandaWisataMagnet Abadi Telaga Sarangan: Melampaui Tren, Menjaga Loyalitas Wisatawan lintas Generasi

Magnet Abadi Telaga Sarangan: Melampaui Tren, Menjaga Loyalitas Wisatawan lintas Generasi

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Di tengah menjamurnya destinasi wisata buatan yang mengandalkan spot foto kekinian, Telaga Sarangan tetap kokoh berdiri sebagai ikon pariwisata Magetan yang tak lekang oleh waktu. Para pelaku usaha jasa wisata setempat meyakini bahwa daya tarik alami Sarangan memiliki “napas” yang jauh lebih panjang dibandingkan objek wisata manapun di wilayah tersebut.

Berbeda destinasi wisata buatan di sekitaran telaga sarangan yang umumnya memiliki masa kejayaan (siklus kunjungan) sekitar 5 hingga 10 tahun tanpa inovasi masif, Sarangan justru menunjukkan tren yang stabil bahkan meningkat.

Pengelola Putra Nirwana, Hendri Satriyo Wibowo, mengungkapkan bahwa kekuatan utama Sarangan terletak pada ikatan emosional atau efek “ngangeni” (membuat rindu). Menurutnya, Sarangan bukan sekadar tempat singgah, melainkan memori yang diwariskan.

Pengelola Putra Nirwana, Hendri Satriyo Wibowo

“Sarangan itu unik. Saya punya klien biro wisata yang sudah berkunjung ke sini sejak dia masih remaja, dan sekarang dia datang membawa cucunya. Ini membuktikan bahwa Sarangan tidak memiliki batas usia kunjungan,” ujar Hendri saat ditemui pada Rabu (14/1/2026).

Hendri, yang aktif mengelola jejaring dengan sekitar 200 komunitas biro perjalanan, secara konsisten menonjolkan Telaga Sarangan sebagai produk utama. Baginya, akomodasi seperti penginapan dan pusat oleh-oleh hanyalah pendukung dari pesona utama sang telaga.

Ketangguhan Sarangan terbukti melalui data statistik. Saat destinasi wisata lain mengalami penurunan kunjungan hingga 60-70 persen, angka wisatawan di Telaga Sarangan justru tetap terjaga di kisaran satu juta orang per tahun.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan,Jumlah Pengunjung 2025: 1.094.668 orang (naik dari 1.080.666 di tahun sebelumnya),Capaian PAD 2025: Rp20,2 Miliar (dari target Rp23,3 Miliar).

Meski secara alami sudah menarik, Hendri menekankan pentingnya pembenahan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi stigma negatif yang sempat muncul akibat ulah segelintir oknum pedagang. Alih-alih menyebarkan keluhan, ia mendorong penyebaran cerita-cerita inspiratif yang memperkuat citra positif Sarangan.

“Kita harus meningkatkan kualitas SDM pelaku wisata agar memiliki kesadaran tinggi seperti masyarakat di Bali,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memberikan contoh sukses revitalisasi kawasan seperti Makam Sunan Giri di Gresik, Makam Bung Karno di Blitar, hingga Malioboro di Yogyakarta sebagai referensi pembenahan infrastruktur. Harapannya, dengan perpaduan keindahan alam dan pelayanan profesional, Telaga Sarangan akan terus menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat Magetan.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru