Magetan,seputarjatim.co.id-Dalam pendidikan anak usia dini, pemahaman konsep numerasi sangat penting untuk membangun pondasi matematika yang kuat. Salah satu cara untuk memahami numerasi angka secara kongkrit adalah melalui pengalaman langsung yang melibatkan kegiatan sehari-hari, seperti berbelanja. Kegiatan ini tidak hanya memberikan anak kesempatan untuk mempraktikkan matematika, tetapi juga memperkenalkan mereka kepada nilai uang dan melatih keterampilan sosial mereka di tengah masyarakat.
Wali kelas Elephant TKN Unggulan Magetan, Nindita Olivia Ayu Candra menyampaikan bahwa kegiatan ini mempunyai pendekatan inovatif dengan mengajak anak didiknya berbelanja di pasar mini yang terletak di daerah Mangkujayan.

“Aktivitas ini memberikan pengalaman nyata yang dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap angka dan nilai uang. Di pasar, anak-anak dapat melihat berbagai macam sayuran,jajanan dan barang lainnya. Melalui kegiatan ini, mereka belajar untuk menghitung, membandingkan harga, dan memahami konsep transaksi sederhana. Sebagai contoh, ketika seorang anak ingin membeli satu kilogram tomat, mereka harus belajar untuk menghitung berapa banyak uang yang mereka perlukan dan mengecek kembalian setelah melakukan transaksi,” jelasnya,Jumat(22/08/2025).
Teacher Dita panggilan ankrabnya menambahkan pengalaman berbelanja di pasar juga berfungsi untuk melatih keterampilan sosial anak. Di pasar, anak-anak dapat berinteraksi dengan penjual dan pengunjung lainnya. Hal ini membantu mereka berlatih komunikasi, bernegosiasi, dan bersosialisasi secara langsung. Mereka belajar bagaimana cara bertanya, meminta harga yang tepat, dan bahkan memberi salam kepada orang lain.
“Semua keterampilan ini sangat penting untuk perkembangan sosial emosional mereka,belajar di luar kelas, terutama di lingkungan yang lebih nyata seperti pasar, juga memberikan konteks yang lebih kaya bagi pembelajaran. Anak-anak mampu melihat aplikasi konsep matematika dalam dunia nyata. Hal ini tidak hanya membuat mereka lebih mudah memahami konsep numerasi, tetapi juga meningkatkan minat mereka terhadap pembelajaran. Pengalaman ini menciptakan kesan yang mendalam dan membantu anak-anak berhubungan dengan apa yang mereka pelajari di kelas dengan pengalaman sehari-hari mereka,” ungkapnya.
“Selain itu, kegiatan ini dapat memperkuat rasa tanggung jawab anak terhadap uang dan pengelolaannya. Dengan memahami nilai uang dan apa yang dapat mereka beli dengan jumlah tertentu, anak-anak mulai belajar tentang pengelolaan keuangan sejak dini. Sebagai contoh, saat anak memiliki uang saku yang diberikan orang tua, mereka belajar untuk memilih barang mana yang paling diperlukan dan memprioritaskan pembelian berdasarkan kebutuhan,” imbuhnya

Menurut teacher Dita bahwa dalam upaya mendukung perkembangan anak, keterlibatan orang tua dan guru juga sangat penting. Setelah melakukan kegiatan berbelanja, ada baiknya jika diadakan diskusi bersama antara anak dan orang tua mengenai pengalaman mereka. Ini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengungkapkan pendapat dan merenungkan pelajaran yang telah mereka dapatkan. Diskusi semacam ini tidak hanya memperkuat pemahaman mereka tetapi juga meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak.
“Memahami numerasi angka secara kongkrit melalui kegiatan berbelanja di pasar merupakan pendekatan yang efektif dalam pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini bukan hanya tentang belajar angka, tetapi juga tentang mempersiapkan anak untuk berinteraksi dengan dunia di sekeliling mereka. Dengan melatih keterampilan sosial dan memberikan pengalaman langsung, anak-anak tidak hanya menjadi lebih siap secara akademis, tetapi juga lebih memahami nilai uang dan tanggung jawab yang menyertainya. TKN Unggulan Magetan, melalui metode ini, telah memberikan kontribusi signifikan dalam perkembangan holistik anak-anaknya,” pungkasnya.(DK/sj)